Pentingnya Perhitungan Katering yang Tepat
Katering biasanya memakan porsi anggaran terbesar dalam pernikahan—bisa mencapai 40% hingga 50% dari total budget. Kekurangan makanan akan menjadi nilai minus yang besar bagi para tamu undangan, sementara kelebihan makanan yang terlalu banyak juga membuang-buang anggaran. Berikut rumus praktis menghitung porsi katering.
Rumus Dasar Menghitung Porsi Katering
Asumsi dasar yang sering digunakan di Indonesia adalah 2 kali lipat dari jumlah undangan. Jika Anda menyebar 500 undangan fisik/digital, maka porsi makanan yang disediakan adalah:
500 Undangan x 2 = 1.000 Porsi Makanan
Mengapa dikali 2? Karena satu undangan biasanya mewakili pasangan atau dua orang (tamu membawa pendamping).
Pembagian Porsi Prasmanan (Buffet) vs Gubukan (Stall)
Untuk variasi menu yang elegan, kombinasikan prasmanan utama dengan pondokan/gubukan menggunakan rasio ideal 60:40 atau 70:30.
- Menu Prasmanan Utama (60% - 70%): Porsi makanan berat seperti nasi, lauk pauk (daging, ayam, ikan), sayuran, dan sup.
- Porsi Gubukan / Stall (30% - 40%): Makanan ringan atau khas seperti siomay, sate, bakso, kambing guling, es krim, dan puding. Biasanya dikalikan 4 atau 5 kali lipat porsi utama karena satu tamu bisa mengambil lebih dari satu jenis gubukan.
Tips Menghemat Anggaran Katering Tanpa Mengurangi Kualitas
- Pilih Paket Katering Pernikahan Premium dari Vendor Terverifikasi: Platform MANTEN menyediakan pilihan vendor katering dengan transparansi menu dan ulasan jujur dari pasangan lain.
- Batasi Porsi Pondokan Premium: Untuk menu mahal seperti kambing guling atau sushi, batasi jumlah porsinya dan imbangi dengan menu pondokan lokal yang lebih terjangkau namun tetap lezat (seperti es dawet atau siomay).
MANTEN